5 Alasan Mengapa Kita Wajib Pake Linux

5 Alasan Mengapa Kita Wajib Pake GNU/Linux

Hello..!!
Kawan berikut aku jabarkan mengapa anda harus menggunakan Linux. ::
Beberapa Alasan menggunakan GNU/Linux :
1. Free Software
Artinya anda dapat mengambil source program GNU/Linux tnpa dikenai biaya.
2. Open Source
Artinya semua listing program dari souce code OS tersebut dapat anda lihat dan dapat anda modifikasi
tanpa adanya larangan dari siapapun
3. Kestabilan Program GNU / Linux yang telah teruji
Sistem Anda tidak akan mengalami Hank walaupun anda telah menjalankan program tersebut sebulan atau lebih dan tidak melakukan restart
4. Unggul dalam Komputasi
    Anda tentu pernah menonton film Titanic,, proses pembuatan efek animasi dan renderingnya yang tentu
    saja membutuhkan komputasi yang kompleks dan sangat rumit, ternyata menggunakan bantuan
    GNU/Linux.
5. Dapat digunakan di komputer jenis apapun
    GNU/Linux merupakan Cross platform yang dapat dijalankan pada hampir semua jenis / tipe komputer
    yang banyak digunakan pada saat ini..
    
Sekiranya sekian yang membuat Linux unggul dari pesaingnya,, semoga bermanfa'at..

Template blog Windows 8

Hello..!!
Lama gak posting nih,, maklum admin banyak tugas kawan..,, hehehe oke lah gpp,, sekarang admin pingin share nie tentang template blog... keren loch template ini nantinya jika d'pakai di blog agan" serasa kaya OS windows 8,, nie screen Shoot'a :.
Selamat mencoba,, Agan2...

10 Langkah Instalasi Wordpress offline

10 Langkah Install Wordpress di Localhost

Selamat siang sobat sorry jarang update nih.. admin pingin kasih tutorial aja nih tentang instalasi wordpress secara offline siapa tau berguna buat sobat catatan-muslim semua... wordpress offline ini bermanfa'at bagi kawan-kawan yang hobi blog tapi gak punya koneksi... sebelum ke inti mungkin sobat perlu tau dulu apa itu wordpress. Mengenal Wordpress WordPress adalah salah satu cms open source atau gratis yang populer sebagai mesin blog. WordPress dibangun menggunakan pemrograman Php dan basisdata Mysql. WordPress juga mulai digunakan sebagai sebuah CMS (Content Management System) karena kemampuannya untuk dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. untuk menginstall wordpress tidak harus terhubung dengan internet, cukupjikakitamempunyai File WordPress dan XAMPP sudah cukup untuk menginstall di Localhost kita. Apa itu Localhost Localhost adalah Sebuah aplikasi yang memberikan fasilitas kepada penggunanya untuk dapat mengakses Local Hosting atau loopback address local komputer. Tentu ini tidak berlaku di semua komputer karena ini ada jika melakukan instalasi software semacam XAMPP, WAMP,dll.
Download Software
Jika sudah di download semua install xampp'a tinggal di klik next-next aja gampang ko.. hehe
kemudian kita ke langkah-langkah intalasi wordpress.
berikut langkah-langkah'a...
1. Buat Folder di Local disk C:/Xampp/htdocs/ dengan nama wordpress.
2. Ekstrak file wordpress ke dalam folder C:/Xampp/htdocs/wordpress.
3. Aktifkan/jalankan Xampp. buka browser dan ketikkan http://localhost/wordpress.
4. klik create a configuration file > Let’s go!
5. kemudian kita diminta memasukkan nama database, username dan password. sebelumnya kita buat dahulu databasenya,
Masuk ke http://localhost/phpmyadmin/,masukkan nama database dan pilih jenis karakter yg paling      bawah sendiri utf8_unicode_ci => create =>klik privileges =>buat user => done
6. kemudian kembali ke proses instalasi wordpress dan isikan sesuai database yang telah di buat tadi..
7. sampai disini jika berhasil akan tampil klik Run the install. dan akan tampil informasi yang dibutuhkan untuk website anda nantinya
8. klik install WordPress,dan jika berhasil akan ada tampilan bahwa insatalasi Success, dan kita diarah kan untuk login, masukkan username dan password , setelah berhasil login akan tampil Dashboard/Contol Panel wordpress kita.
9. jika sobat ingin melihat tampilan situsnya klik Visit Site,maka akan tampil web wordpress kita.
10. Wordpress siap di gunakan...Selamat Mencoba...
Demikian tutoriall tentang instalasi wordpress offline.. semoga bermanfaat

Skin Pack Windows 7

Hello..!!
selamat sore, gimana kabar sore hari ini..??
ane harap semua baik-baik saja,, oh iya jika kalian penggemar gonta-ganti themes windows 7,,

ane punya skin pack yang ciamik nih,, keren punya dach...
nama sp'a Hud-blue
Screen Shoot'nya :
keren kan,,??
untuk windows 7 64 byte download'a bisa disini (x64)
untuk windows 7 32 byte downloadnya bisa disini (x86)

Setting DHCP server di Cisco paket tracer

 

Konfigurasi DHCP server di Cisco

Hello..!!
selamat siang semuanya,, saya ingin sharing tugas jaringan nih.. mungkin kawan-kawan yang sedang mendalami jaringan udah pernah pake cisco kan..??
ne' kawan-kawan belum tau apa itu cisco.. sedikit bayu jelasin deh,, cisco paket tracer (CPT) merupakan tool untuk mendisign jaringan secara virtual di pc atau laptop kalian.. kalau pingin jelasnya klik disini deh.. penjelasan cisco
udah jelas kan..?? sekarang langsung ke inti postingan wae bro.., setting dhcp server.. apa lagi tuh dhcp server baca sini bro..
sekarang udah jelas semua toh,,?? langsung wae  tahapan-tahapanya ky gini bro :.
1. buatlah skema jaringan seperti berikut :.
Keterangan gambar :
1. Router :     1 Router 2621XM 2. Switch     1 Switch 2960-24 TT 3. Pc     3 generic-PC 4. Kabel     Straight
2. Konfigurasikan Routernya seperti berikut :
Router>enable Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#hostname DHCP-SERVER Konfigurasi interface fast ethernet 0/0 DHCP-SERVER(config)#inter fa0/0 DHCP-SERVER(config-if)#ip add 192.168.50.1 255.255.255.0 DHCP-SERVER(config-if)#desc GATEWAY LAN DHCP-SERVER(config-if)#no shut DHCP-SERVER(config-if)#exit
Setting dhcp pool
DHCP-SERVER(config)#ip dhcp pool dhcplan DHCP-SERVER(dhcp-config)#network 192.168.50.0 255.255.255.0 DHCP-SERVER(dhcp-config)#default-router 192.168.50.1 DHCP-SERVER(dhcp-config)#dns 8.8.8.8 DHCP-SERVER(dhcp-config)#exit
Setting ip address yang tidak boleh diberikan client
DHCP-SERVER(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.50.1 DHCP-SERVER(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.50.30 192.168.50.50 DHCP-SERVER(config)#do wr Building configuration... [OK]
3. Atur IP address di setiap PC-client
caranya :
klik 2x icon pc-0 & pc-1 & pc-2 
klik desktop
klik ip configuration
dan pilih DHCP
Close windows
4. Tes
ini langkah terakhir testing, simak ya langkah-langkahnya::
berikan icon surat dari pc-0 & pc-1 atau yg lainnya terserah
klik simulation
sudah selesai bro.. gampang kan  ^ _ ^

Download materi Pemrograman terstruktur

Hello..

salam blogger's,, sore ini saya akan share materi tentang algoritma pemrograman terstruktur dimana bahasa pemrograman yang nantinya akan di pakai adalah bahasa c.. nanti saya juga akan share mengenai bahasa tersebut..

berikut materi perkuliahannya ::
  1. Pertemuan_1_Pemrograman_Terstruktur  || Download
  2. Pertemuan_2_Pemrograman_Terstruktur  || Download
  3. Pertemuan_3_Pemrograman_Terstruktur  || Download
  4. Pertemuan_4_Pemrograman_Terstruktur  || Download
  5. Pertemuan_5_Pemrograman_Terstruktur  || Download
Berikut ada Materi untuk Praktikumnya
yang Lain bsk lagi sobb.. thank's for all

Pembagian Ayat dan Hikmah Mengetahui Makkiyah & Madaniyah

Pembagian Ayat dan Hikmah Mengetahui Makkiyah & Madaniyah


ayat makkiyah memiliki ciri-ciri 


  • umumnya pendek-pendek
  • didahului kata "ya ayuhannas"
  • berisi keimanan,pahala dan ancaman kisah-kisah umat terdahulu dan akhlak


ayat madaniyah memiliki ciri-ciri 


  • umumnya panjang
  • didahului kata "ya ayuhallazinaamanu"
  • berisi syari'ah baik yang berkaitan dengan ibadah maupunyang berkaitan dengan mu'amalah


Manfa'at Mengetahui madaniyyah


  • Dapat mengetahui ayat yang turun lebih awal
  • Mudah mengetahui ayat yang mengalami proses nasakh
  • Dapat mengetahui sejarah penetapan hukum
  • Dapat mengetahui hikmah disyari'atkannya suatu hukum
  • Dapat mengetahui perbedaan tahap-tahap dakwah islam

Karakteristik Makkiyah Madaniyah

Karakteristik Makkiyah Madaniyah


Makkiyyah


  • Diawali dengan panggilan "ya ayyuhannas"
  • didalamnya terdapat kata "kalla"
  • didalamnya terdapat ayat sajadah
  • diawalnya terdapat huruf muqata'ah
  • didalammya terdapat kisah-kisah nabi dan yang lainnya


Madaniyah


  • di awali dengan panggilan "ya ayuhal-lazina amanu"
  • didalamnya terdapat perintah untuk berjihad
  • juga ada ayat tentang orang munafik
  • seruan pada orang yahudi dan nasrani
  • didalamnya terdapat ayat-ayat Hukum
note : ini lanjutan dari artikel teory klasifikasi ayat al-quran


Teory Klasifikasi ayat Al-Qur'an Makkiyah dan Madaniyah

Teory Klasifikasi ayat Al-Qur'an
Makkiyah dan Madaniyah


Ada tiga teory yang dipakai :

Pertama : Teory Geografis
Teory yang berorientasi pada tempat turunnya Al-qur'an.
jadi makkiyah adalah ayat-ayat yang diturunkan di mekkah baik sebelum maupun sesudah hijrah
Sedangkan Madiyah adalah ayat-ayat yang diturunkan di madinah dan sekitarnya termasuk bardar,quba,uhud dan lainnya.
Teory ini memiliki kelebihan karena definisinya yang tegas, namun tidak mencakup ayat yang turun di luar mekkah dan madinah.

Kelebihan Teory Geografis 
Rumusannya jelas dan tegas, sehingga ayat yang turun di mekkah masuk ke kelompok makkiyah, meskipun turunnya setelah Nabi hijrah. Dan semua ayat yang turun di madinah masuk kelompok madaniyah.

Kelemahan Teory Geografis
Rumusannya tidak mampu mencangkup semua ayat dalam Al-qur'an, karena terdapat sejumlah ayat yang turun di luar kawasan mekkah dan Madinah.

Kedua: Teory Subjektif
Teory yang berorientasi pada subjek siapa yang dipanggil atau dituju oleh ayat. Ciri utama dalam teory ini adalah ditandai dengan ungkapan yang berbeda. Ayat makkiyah adalah ayat yang ditujukan  pada masyarakat mekkah dengan ungkapan "ya ayyuhannas". Sedangkan ayat Madaniyah adalah ayat yang ditujukan pada masyarakat Madinah dengan ungkapan "ya ayyuhal-laziina amanu".
Teory ini lebih muda dipahami, namun banyak ayat yang tidak bisa diketahui karena tidak ada kalimat panggilan di awalnya

Kelebihan Teory Subjektif
Rumusannya lebih mudah dimengerti, karena dengan memakai kriteria objek yang dituju dengan panggilan khusus seperti itu akan lebih cepat dikenal. Penduduk Mekkah dipanggil dengan "Hai Manusia" secara umum, karena memang penduduk mekkah pada saat itu belum banyak yang beriman. Sedangkan penduduk Madinah dipanggil "Hai orang yang beriman" secara khusus,karena memang sudah banyak yang beriman.

Kelemahan Teory Subjektif
Rumusannya Tidak bisa dijadikan batasan karena tidak dapat mencangkup seluruh ayat Al-qur'an, karena ternyata ayat yang dimulai dengan panggilan seperti itu hanya sebanyak 511 ayat..

Ketiga : Teory Content Analisis
Teory yang didasarkan pada isi kandungan dari setiap ayat dan surah Al-qur'an.
Jadi Makkiyah adalah ayat yang berisi tentang kisah nabi,rasul dan umat terdahulu. Sedangkan Madaniyah adalah ayat yang berisi tentang hukum,hudud,faraid dan yang lainnya.

Kelebihan Teory Content Analisis
Kriterianya Mudah dipahami
Kelemahan Teory Content Analisis
kriterianya tidak Praktis karena harus melihat isi kandungannya.

note : diambil dari materi perkuliahan Al-Qur'an & As-Sunnah

Ketawadhu’an Sahabat Nabi Saw

Ketawadhu’an Sahabat Nabi Saw



Pada suatu hari Abu Bakar Ra dan Ali bin Abi Thalib Ra pergi berkunjung ke rumah Rosulullah Saw. Setibanya di depan pintu rumah nabi, satu sama lain saling mendorong rekannya untuk masuk terlebih dahulu.

Abu Bakar : Kamu duluan,ya Ali
Ali : Mana mungkin aku akan mendahuluimu, ya Abu Bakar, sedang Rosulullah sendiri pernah bersabda tentangmu :"Belum pernah matahari terbit atau tenggelam atas seseorang sesudah para nabi,lebih utama dari Abu Bakar."

Abu Bakar : Mana mungkin aku akan mendahuluimu,ya Ali, Sedang Rasulullah juga pernah bersabda tentangmu :"Aku telah menikahkan wanita terbaik kepada laki-laki terbaik,aku nikahkan putriku Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib."
Ali : Mana mungkin aku akan mendahuluimu, wahai Abu Bakar,sedang Rasulullah pernah bersabda :"Kalau Iman umat ini ditimbang dengan iman Abu Bakar,tentu akan berat timbangan iman Abu Bakar"

Abu Bakar : Mana mungkin aku akan mendahuluimu, ya Ali, sedang rasulullah pernah bersabda tentangmu :"Dikumpulkan Ali bin Abi Thalib di padang mahsyar pada hari kiamat kelak dengan berkendaraan dengan Fatimah, Hasan dan Husain kemudian orang-orang bertanya "Nabi siapa gerangan..??" Lalu ada yang menjawab,"ia bukan Nabi, tetapi Ali bin Abi Thalib dan Keluarganya"
Ali : Mana mungkin aku akan mendahuluimu, ya Abu Bakar, sedang Rasulullah pernah bersabda:"Kalau aku harus mempunyai kekasih selai Rabbku, tentu aku akan memilih Abu Bakar sebagai kekasihku"

Abu Bakar : Mana mungkin aku akan mendahuluimu, ya Ali, sedang rasulullah pernah bersabda:"Pada hari kiamat kelak aku bersama Ali, lalu Allah berfirman kepadaku :"Wahai kekasih-KU, Aku telah pilihkan untukmu,ibrahim al-Khalill sebagai ayah terbaikmu, dan Aku pilihkan untukmu Ali sebagai saudara dan sahabat terbaikmu"
Ali : Mana mungkin aku akan mendahuluimu, ya Abu Bakar, sedang Allah pernah berfirman tentangmu : "Dan orang yang datang membawa kebenaran dan orang yang membenarkannya, mereka itu adalah orang-orang yang bertaqwa(Q.S. Az-Zumar : 33)"

Abu Bakar :Mana mungkin aku akan mendahuluimu, ya Ali, sedang Allah Ta'ala juga telah mengisyaratkanmu dalam firman-Nya: "Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari kerelaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hambanya(Q.S. Al-Baqarah :207)"

Pada waktu keduanya sedang asyik memperbincangkan keutamaan sahabatnya,jibril datang berkunjung kepada rasulullah Saw, seraya berkata : "Ya Rasulullah,di luar sana ada Abu Bakar dan Ali hendak menemuimu. Pergilah, sambut keduannya!!"
Maka Rosulullah Saw segera bangkitdari duduknya, menyambut mesra dan mempersilahkan masuk kedua sahabatnya yang mulia. Beliau menempatkan Abu Bakar di sebelah kanannya dan Ali disebelah kirinya, seraya berkata kepada mereka, "Demikianlah kelak kami dibangkitkan di hari kiamat"
Akhlak mereka itu persis dengan firman Allah :
"Dan rendahkanlah sayapmu terhadap orang-orang yang mengikutimu, Yaitu orang-orang yang beriman (QS. Asy-Syu'ara : 215)"

Rendahkanlah sayapmu ini berkonotasi agar Rasulullah Saw. Rendah hati atau tawadhu bila berhadapan dan berinteraksi dengan para sahabatnya. Dan kerendahhatian Rasulullah Saw ini ditiru oleh para Sahabat,maka terbacalah oleh kita sekarang tentang sifat dasar pengikut Nabi muhammad Saw. Dari kurun ke kurun,generasi ke generasi. Allah mengingatkan kita bahwa generasi pengganti yang akan berperan kemudian  setelah habis masa peran orang-orang yang  keluar dari ajaranNya, memiliki sifat tawadhu', lemah lembut seperti dalam firmanNya

"Hai Orang-orang yang beriman,siapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mndatangkan sebuah kaum yang Allah mencintainya dan mereka juga mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang mukmin, dan bersikap keras terhadap orang kafir, yang berjihad dijalan Allah dan tidak takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela.Itulah karunia Allah,diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya,dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya),Lagi Maha mengetahui (QS.Al-maidah:54)"
untuk itu, alangkah baiknya bila kita sebagai pengikut nabi Saw. memiliki sifat tawadhu', berhias diri dengan tawadhu, terutama dengan sesama umat Nabi Saw . Sehingga akan tampak pemandangan sosial yang indah diantara sesama muslim,saling menghargai tidak saling merendahkan, saling menutupi,saling memuji tidak saling mencela. Sehingga energi kita tidak digunakan untuk mencari cacat saudara, tetapi kita gunakan untuk mengerahkam potensi kita agar berdaya guna hidup di tengah-tengah masyarakat.
Namun perlu diingat, rendah hati ini jangan sampai masuk ke derajat rendah diri. karena rendah hati akan berdampak positif sedangkan rendah diri akan berdampak negatif. Rendah hati adalah sebuah keutamaan sedangkan rendah diriadalah kehinaan. Rendah hati akan memacu jiwa untuk terus bertanding, sementara rendah diri akan meracuni untuk tidak ikut bertanding, mereka kalah sebelum berperang.Rendah hati merupakan obat kesombongan sedangkan rendah diri adalah penyakit, yang selama ini menggerogoti umat Nabi Muhammad Saw..

note : halaqah  27042014

Tingkatan Bacaan Al-qur’an

Tingkatan Bacaan Al-qur’an


Terdapat 4 tingkatan atau mertabat bacaan Al-Quran yaitu bacaan
dari segi cepat atau perlaha.
At-Tartil : Bacaannya yang perlahan-perlahan, tenang dan melafadzkan setiap
huruf daripada makhrajnya yang tepat serta menurut hukum-hukum
bacaan tajwid dengan sempurna, merenungi maknanya, hukum dan pelajaran daripada ayat. 
Tingkatan bacaan tartil ini biasanya bagi mereka yang sudah mengenal makhraj-makhraj huruf, sifat-sifat huruf dan hukum-hukum tajwid. Tingkatan bacaan ini adalah lebih baik dan lebih diutamakan
tahqiq: Bacaannya seperti tartil cuma lebih lambat dan perlahan, seperti membetulkan bacaan huruf daripada  makhrajnya, menepatkan kadar bacaan mad dan dengung. Tingkatan bacaan tahqiq ini biasanya bagi mereka yang baru belajar membaca Al Quran supaya dapat melatih lidah menyebut huruf dan sifat huruf dengan tepat dan betul.
Al-Hadar: Bacaan yang cepat serta memelihara hukum-hukum bacaan tajwid. Tingkatan bacaan hadar ini biasanya bagi mereka yang telah menghafal Al Quran, supaya mereka dapat mengulang bacaannya dalam waktu yang singkat.  
At-Tadwir: Bacaan yang pertengahan antara tingkatan bacaan tartil dan Hadar, serta memelihara hukum-hukum tajwid.


note ini kelanjutan artikel pengertian-tajwid

Pengertian tajwid

Pengertian tajwid


Pendapat sebagaian  ulama memberikan pengertian tajwid sedikit berbeda namun pada intinya sama. sebagaimana yang dikutip Hasanuddin. AF.
" Secara bahasa, tajwid berarti al-tahsin atau membaguskan. Sedangkan menurut istilah yaitu, mengucapkan setiap huruf sesuai dengan makhrajnya menurut sifat-sifat huruf yang mesti diucapkan,baik berdasarkan sifat asalnya maupun berdasarkan sifat-sifatnya yang baru".
Sebagian ulama yang lain medefinisikan tajwid sebagai berikut :
"Tajwid ialah mengucapkan huruf(al-Quran) dengan tertib menurut yang semestinya, sesuai dengan makhraj  serta bunyi asalnya, serta melembutkan bacaannya sesempurna mungkin tanpa belebihan ataupun dibuat-buat ".

sumber : Hasanuddin. AF.Perbedaan Qiraat dan Pengaruhnya Terhadap Istinbath Hukum Dalam Al-Quran , (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 1995), hlm. 117-118.

Pengertian Qira'at
Sedangkan pengertian qiraat :
 Ilmu yang mempelajari tentang cara atau metode membaca (pengucapan) lafal atau kalimat al-Quran beserta perbedaan-perbedaanya yang disandarkan kepada orang yang menukilnya (imam), seperti yang menyangkut aspek kebahsaan; I’raab, hadzf, isbat, fashl, washl yang diperoleh dengan cara periwayatan.

sumber : Abduh Zulfidar Akaha. Al-Qur’an Dan Qiroat, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. 1996), hlm.118

Hubungan Tajwid & Qira'at
Dari pengertian tajwid dan qiraat diatas terdapat hubungan antara keduanya, bahwa tajwid dan qiraat adalah cara atau metode pengucapan lafal-lafal atau huruf di dalam al-Quran, tajwid lebih bersifat teknis dengan upaya memperindah bacaan al-Quran, dengan cara membunyikan huruf-huruf al-Quran sesuai dengan makhraj serta sifat-sifatnya. Adapun qiraat lebih substansial, yaitu pengucapan lafaz-lafaz al-Quran, kalimat ataupun dialek kebahasaan.

note : kelanjutan dari artikel perkembangan-ilmu-tajwid

Perkembangan Ilmu Tajwid

Perkembangan Ilmu Tajwid



Perkembangan ilmu tajwid bermula sejak jaman Rosulullah saw, ketika Rosulullah menerima wahyu dari jibril,wahyu tersebut (ayat Al-qur’an) sudah bertajwid, hanya saja pada masa itu tidak ditekankan hukumnya dengan terperinci dan dibukukan.
Orang yang pertamakali menginginkan ilmu ini dibukukan ialah imam Al-‘Azim Abu Abid Qasim bin Salam pada tahun ke 3 hijriah. Ada juga pendapat yang mengatakan orang yang pertamakali membukukukan ilmu ini ialah Hafis bin’Umar al-Duri. 
Imuan sejarah juga mengatakan perkembangan ilmu tajwid di jaman Rosulullah saw seiring dengan perkembangan ilmu-ilmu lain. Walaupun begitu, seluruh hukum yang brkaitan seperti hukum nun sakina,
mim sakina,mad,waqaf dan lainnya belum dinamakan dan dibukukan.
Penulisan dalam ilmu tajwid sejak dulu dan sekarang tidak begitu banyak, hal ini dikarenakan pembahasan ilmu itu tidak begitu meluas dan kandungan babnya tidak begitu banyak. Selain itu ilmu tajwid lebih bertumpu kepada latihan amaliah dan jarang sekali ilmu tajwid tersebut diajarkan dalam bentuk kuliah dan perbincangan hukum. Kitab yang pertama dalam ilmu tajwid ialah dalam bentuk nazam(syair). Nazam ini dibuat oleh Abu Mazahim al-Khaqani. Nazam tersebut dianggap yang paling awal dalam ilmu tajwid.
Di Malaysia sejarah perkembangan ilmu tajwid adalah sejalan dengan sejarah perkembangan islam. Menurut pendapat ahli sejarah, islam mulai bertapak pada Malaysia sejak abad-15 dimana sudah muncul sebagai pusat Perdagangan Asia Tenggara. Para pedagang termasuk pedagang  arab telah datang ke malaka untuk berdagang. Di samping berdagang, mereka juga menyebarkan agama Islam. Menurut sejarah melayu, Raja Malaysia pertama yaitu Parameswara telah diislamkan oleh Sheikh Abdul Aziz dari mekkah tahun 1414 yang kemudian menikah dengan puteri islam dari pasai. Melalui perkembangan islam inilah, para mubaligh dari Arab telah mengajarkan Al-Qur’an dan Perkara-perkara lain yang berkaitan dengan sunnah Nabi.
Di dalam pengajaran Al-Qur’an,ilmu tajwid diberi penekanan yang serius agar pembacaan umat islam betul dan mengikut apa yang telah disunnahkan Rosulullah. Usaha mengajar Al-Qur’an dijalankan melalui madrasah-madrasah, rumah-rumah individu (tokoh imam) dijalankan oleh para mubaligh dari negeri Arab. Mereka menjalankan pengajian Al-Qur’an secara tatap muka hal ini bertujuan agar orang yang diajar dapat membaca Al-Qur’an dengan bertajwid, dari sinilah bermulanya perkembangan ilmu tajwid di Malaysia.
Pada saat itu banyak mubaligh asing terutama dari arab dan india datang ke Malaka untuk menyebarkan dakwah islam. Meraka inilah yang meneruskan perjuangan menyebarkan islam  dan pembacaan Al-Qur’an bertajwid kepada penduduk-penduduk setempat dan negeri-negeri lain di persekitaran. Konsep dakwah yang disarankan oleh islam turut mempengaruhi faktor penyebaran Islam (Al-Qur’an dan Syariat Islam). Setiap individu islam bertanggungjawab menyampaikan ajaran ini kepada orang lain, dan menyebarluaskan islam di Malaysia.
Sejarah juga menyatakan bahwa Islam sampi ke kedah pada 291 H(903 M) dengan penemuan batu nisan tertua di Tanjung Inggris. Di negeri klantan pula pada tahun 577 H(1181 M). dengan penemuan dinar emas  di  kota kubang Labu,Tumpat. Penemuan batu bersulat di trengganu pada 702H(1302M) membuktikan bahwa negeri trengganu menerima islam.ini Karenna telah dyakini oleh ahli sejarah Islam bahwa perkembangan pengajian Al-Qur’an juga bermula dari tarikh dan tempat tersebut.
Menurut perkembangan ilmu tajwid, penyusun ilmu tajwid yang pertama dalam bahasa Melayu adalah seorang ulama yang bernama Muhamad saleh bin ibnu Mu’ti bin Syeihk Muhamad saleh al-kalantani. Asal-usulnya tidak diketahui, namun menurut sejarah nama di akhir adalah kalantani, kemungkinan beliau berasal dari Kelantanv(nama ini terdapat dalam buku karya beliau). Berdasarkan kepada bukunya mengenai ilmu tajwid, yang bertajuk “Mir’atul Quran fi Tshili Ma’rifati Ahkamit Tajwid lil Mulkil Wahhab” dihasilkan pada tahun 1193 H bersamaan 1779 M adalah tarikh terawal mengenai ilmu itu yang ditulis dalam bahasa Melayu. Beliau juga telah mengambil kitab tafsir bahasa melayu “Turjumanul Mustafid”,karya Abdul Rauf bin Ali al-fansuri yang merupakan terjemahan dan tafsir al-Qur’an yang pertama dalam bahasa Melayu.
Buku ilmu tajwid karya Ibnu Syeikh Abdul Mu’ti ini telah di salin ulang oleh Tuan Guru Haji Mahmud bin Muhamad Yusuf Terengganu pada tahun 1235 H(1819 M) dan digunakan pada tahun 1265 H bersamaan 1848 M(Mengambil masa sekitar 42 tahun untuk menyiapkannya).
Terdapat juga beberapa ulama dari kerajaan Sambas,Indonesia yang telah menulis ilmu tajwid dalam versi Melayu,diantaranya ialah Haji Khairudin Ibnu Haji Qamarudin Sambas,yang telah menulis beberapa buah buku termasuklah ilmu tajwid tetapi tidak dinyatakan tarikhnya.. kandungannya membincangkan ilmu tajwid secara lengkap untuk peringkat asas (Koleksi Tulisan Allahyarham Wan Mohd Shagir Abdullah,internet 5 mei 2008-senin).. seorang lagi Ulama Sambas yang menulis tajwid ialah Haji Mohd Yasin bin Al-Haji Sa’ad Sambas dimana buku tajwid yang ditemui di karang oleh beliau ialah “Ilmu Tajwid”.
Buku ini diselesaikan di Mekkah waktu Dhuha,hari sabtu bersamaan 20 Syawal 1285 H. kandungannya menjelaskan tentang ilmu tajwid al-Qur’an. Pada bagian  awal ditulis dlam bahasa Arab yang diberi makna bahasa Melayu. Bagian kedua  semuanya menggunakan bahasa melayu. Manuskrip ini diperoleh di Pontianak Kalimantan Barat. Ia pernah dimiliki oleh salah seorang keturunsn Kerabat Diraja Kerajaan Pontianak.Tarikh Perolehan ialah pada 11 Rabiulawal 1423 H hari jum’at bersamaan 24 mei 2002 M.

note : ini merupakan kelanjutan dari artikel sejarah-ilmu-tajwid

Synopsis Buku "Tafsir Pembebasan"


Resensi Buku “Tafsir Pembebasan”
Judul : Tafsir Pembebasan
Pengarang : Ahmala Arifin, M.Ag
Penerbit : Aura Pustaka
Jumlah Halaman : 122 halaman
Harga : Rp20.000,00

Buku Tafsir Pembebasan


Al-Quran pada prinsipnya adalah wahyu yang bersifat progresif. Progresivitas Al-Quran ini ditunjukkan oleh teks-teksnya yang selalu berdiaolog dan berinteraksi dengan konteks, baik konteks sejarah masa lalu, masa kini, maupun proyeksinya ke masayang akan datang. Sebagai teks progresif, Al-qur’an tentu saja tidak dapat berbicara sendiri. Al – qur’an memerlukan penafsir. Jika sang penasfir memiliki semangat progresivitas yang besar, maka Al-qur’an akan kehilangan elan vitalnya sebagai wahyu yang progresif dan membebaskan. Bahkan al-qur’an bisa menjadi instrumen penindas yang paling ampuh.

Buku yang hadir di tangan pembaca ini akan mengupas tentang pemikiran dan perjuangan Farid Esack, seorang intelektual – aktivis antiapartheit yang merasakan betul apa artinya sengsara dan terhina. Atas dasar tanggung – jawabnya sebagai orang yang beriman , ia menafsirkan teks – teks al – quran sebagai bagian yang terpenting dalam teologi Islam. Farid Esack mencoba mendiskusikan bagaimana teks ilahiyatnya itu harus ditafsirkan seedemikian rupa sehingga menjadi spirit anti – penindasan. Selain itu, ia juga memeparkan bagaimana Islam bisa bahu – membahu dengan para pemeluk agama lain dalam kerangka menantang penindasan.
Dilihat dari yang tertulis dengan kata-kata yang meggebu-gebu, bersemangat dan komunikatif. Adapun point-point yang berhasil menarik perhatian pembaca. Sehingga pembaca mendapatkan sejenak hiburan dan dapat melepas penat. Namun juga tanpa mengurangi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dan juga pembaca mendapatkan informasi yang cukup jelas dan dapat diaplikasikan ke keidupan sehari-hari.
Namun tak hanya sebatas kata-kata yang menggugah semangat. Dibalik itu masih saja terdapat beberapa kekurangan diantaranya, cover yang kurang memiliki daya tarik pembaca, sehingga kebanyakan pembaca sudah menebak bahwa isi buku kurang begitu menarik. Selain itu, banyaknya catatan kaki yang membuat pembaca harus ekstra teliti, padahal kebanyakan pembaca kurang menyukai adanya bacaan yang masih memerlukan pemikiran. Dan adanya kesalahan-kesalahan dalam penulisan entah karena kesalahan cetak maupun kesalahan dalam pemilihan kata-kata.
Namun secara keseluruhan, buku ini telah memberikan apa yang tidak bisa di dapatkan di sumber lain. Sehingga buku ini sangat disayangkan untuk sekedar menjadi buku bawaan tanpa dibaca dan dimengerti makna bacaan tersebut.
Buku ini telah dikarang oleh seorang yang hebat yakni, Ahmala Arifin, M.Ag. beliau dilahirkan di Sumenep pada 19 Januari 1976. Menyelesaikan pendidikannya di SDN Cangkreng, Lenteng (1989) MTs An-Nuqoyah Guluk-Guluk Sumenep (1992) MANPK Jember (1995) S1 IAIN (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta (2001) dan S2 IAIN (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta (2006). Semasa kuliah, selain aktif di organisasi intra kampus, juga aktif di organisasi ekstra kampus seperti PMII dan IPPNU Yogyakarta. Disela-sela kesibukannya, juga aktif menulis di berbagai jurnal kampus dan media masa. Saat ini aktif sebagi editor dan Pimpinan Redaksi di salah satu penerbitan di Yogyakarta.

catatan : Synopsis ini merupakan tugas individu dari OPAC 2011 (OSPEk) di UIN Sunankalijaga

Sejarah Ilmu Tajwid


Sejarah ilmu tajwid


Jika berbicara kapan bermulanya ilmu Tajwid, maka kenyataan menunjukkan bahwa ilmu ini telah bermula sejak dari al-Quran itu diturunkan kepada Rasulullah SAW . Ini kerana Rasulullah SAW sendiri diperintah untuk membaca al-Quran dengan tajwid dan tartil seperti yang disebut dalam ayat 4, surah al-Muzammil وَرَتِّلِ الْقُرْآَنَ تَرْتِيلًا     ……

".....Bacalah al-Quran itu dengan tartil(perlahan-lahan)". Kemudian baginda Saw mengajar ayat-ayat tersebut kepada para sahabat dengan bacaan yang tartil.

Sayyidina Ali r.a apabila ditanya tentang apakah maksud bacaan al-Quran secara tartil itu, maka beliau menjawab" adalah membaguskan sebutan atau pelafalan bacaan pada setiap huruf dan berhenti pada tempat yang betul”. 

Ini menunjukkan bahwa pembacaan al-Quran bukanlah suatu ilmu hasil dari Ijtihad (fatwa) para ulama' yang diolah berdasarkan dalil-dalil dari al-Quran dan Sunnah, tetapi pembacaan al-Quran adalah suatu yang Taufiqi (diambil terus) melalui riwayat dari sumbernya yang asal yaitu sebutan dan bacaan Rasulullah Saw.

Para sahabat r.a adalah orang-orang yang amanah dalam mewariskan bacaan ini kepada generasi umat Islam selanjutnya. Mereka tidak akan menambah atau mengurangi apa yang telah mereka pelajari itu, kerana rasa takut mereka yang tinggi kepada Allah S.W.T dan begitulah juga generasi setelah mereka.

Walau bagaimanapun, apa yang dikira sebagai penulisan ilmu Tajwid yang paling awal ialah apabila bermulanya kesedaran perlunya Mushaf Utsmaniah yang ditulis oleh Sayyidina Utsman itu diletakkan titik-titik kemudiannya baris-baris bagi setiap huruf dan perkataannya. Gerakan ini telah diketuai oleh Abu Aswad Ad-Duali dan Al-Khalil bin Ahmad Al-Farahidi,apabila pada masa itu Khalifah umat Islam memikul tugas untuk berbuat demikian ketika umat Islam mula melakukan-kesalaha dalam bacaan.

Ini karena semasa Sayyidina Utsman menyiapkan Mushaf al-Quran dalam enam atau tujuh buah itu, beliau telah membiarkannya tanpa titik-titik huruf dan baris-barisnya kerana memberi keluasan kepada para sahabat dan tabi’in pada masa itu untuk membacanya sebagaimana yang mereka telah ambil dari Rasulullah s.a.w sesuai dengan Lahjah (dialek) bangsa Arab yang bermacam-macam. 

Tetapi setelah berkembang luasnya agama Islam ke seluruh tanah Arab serta jatuhnya Roma dan Parsi ke tangan umat Islam pada tahun pertama dan kedua Hijrah, bahasa Arab mulai bercampur dengan bahasa penduduk-penduduk yang ditaklukkan umat Islam. Ini telah menyebabkan berlakunya kesalahan yang banyak dalam penggunaan bahasa Arab dan begitu juga pembacaan al-Quran. 

Maka al-Quran Mushaf Utsmaniah telah diusahakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam membacanya dengan penambahan baris dan titik pada huruf-hurufnya bagi Karangan ilmu Qiraat yang paling awal sepakat apa yang diketahui oleh para penyelidik ialah apa yang telah dihimpun oleh Abu 'Ubaid Al-Qasim Ibnu Salam dalam kitabnya "Al-Qiraat" pada kurun ke-3 Hijrah.

Tetapi ada yang mengatakan apa yang telah disusun oleh Abu 'Umar Hafs Ad-Duri dalam ilmu Qiraat adalah lebih awal. Pada kurun ke-4 Hijrah pula, lahir Ibnu Mujahid Al-Baghdadi dengan karangannya "Kitabus Sab'ah", dimana beliau adalah orang yang mula-mula mengasingkan qiraat kepada tujuh imam bersesuaian dengan tujuh perbedaan dan Mushaf Utsmaniah yang berjumlah tujuh naskah kesemuanya pada masa itu karangan ilmu Tajwid yang paling awal, barangkali tulisan Abu Mazahim Al-Haqani dalam bentuk Qasidah (puisi) ilmu Tajwid pada akhir kurun ke-3 Hijrah adalah yang terulung. Selepas itu lahirlah para ulama yang tampil memelihara kedua-dua ilmu ini dengan karangan-karangan mereka dari masa ke masa seperti Abu 'Amr Ad-Dani dengan kitabnya At-Taysir, 

Imam Asy-Syatibi Tahani dengan kitabnya "Hirzul Amani wa Wajhut Tahani" yang menjadi tonggak kepada karangan-karangan tokoh-tokoh lain yang sezaman dan yang setelah mereka. Tetapi yang jelas dari karangan-karangan mereka ialah ilmu Tajwid dan ilmu Qiraat senantiasa bergandengan, ditulis dalam satu kitab tanpa dipisahkan pembahasannya. Penulisan ini juga diajarkan kepada murid-murid mereka.

Kemudian lahir pula seorang tokoh yang amat penting dalam ilmu Tajwid dan Qiraat yaitu Imam (ulama) yang lebih terkenal dengan nama Ibnul Jazari dengan karangan beliau yang masyhur yaitu "An-Nasyr", "Toyyibatun Nasyr" dan "Ad-Durratul Mudhiyyah" yang mengatakan ilmu Qiraat adalah sepuluh sebagai pelengkap bagi apa yang telah dinaytakan Imam Asy-Syatibi dalam kitabnya "Hirzul Amani" sebagai Qiraat tujuh. Imam Al-Jazari juga telah mengarang karangan yang berasingan bagi ilmu Tajwid dalam kitabnya "At-Tamhid" dan puisi beliau yang lebih terkenal dengan nama "Matan Al-Jazariah".

Imam Al-Jazari telah mewariskan karangan-karangannya yang begitu banyak berserta bacaannya sekali yang kemudiannya telah menjadi ikutan dan panduan bagi karangan-karangan ilmu Tajwid dan Qiraat serta bacaan al-Quran hingga ke hari ini.


Newer Posts
© Copyright Hello Blogger's..!!
Back To Top