Synopsis Buku "Tafsir Pembebasan"


Resensi Buku “Tafsir Pembebasan”
Judul : Tafsir Pembebasan
Pengarang : Ahmala Arifin, M.Ag
Penerbit : Aura Pustaka
Jumlah Halaman : 122 halaman
Harga : Rp20.000,00

Buku Tafsir Pembebasan


Al-Quran pada prinsipnya adalah wahyu yang bersifat progresif. Progresivitas Al-Quran ini ditunjukkan oleh teks-teksnya yang selalu berdiaolog dan berinteraksi dengan konteks, baik konteks sejarah masa lalu, masa kini, maupun proyeksinya ke masayang akan datang. Sebagai teks progresif, Al-qur’an tentu saja tidak dapat berbicara sendiri. Al – qur’an memerlukan penafsir. Jika sang penasfir memiliki semangat progresivitas yang besar, maka Al-qur’an akan kehilangan elan vitalnya sebagai wahyu yang progresif dan membebaskan. Bahkan al-qur’an bisa menjadi instrumen penindas yang paling ampuh.

Buku yang hadir di tangan pembaca ini akan mengupas tentang pemikiran dan perjuangan Farid Esack, seorang intelektual – aktivis antiapartheit yang merasakan betul apa artinya sengsara dan terhina. Atas dasar tanggung – jawabnya sebagai orang yang beriman , ia menafsirkan teks – teks al – quran sebagai bagian yang terpenting dalam teologi Islam. Farid Esack mencoba mendiskusikan bagaimana teks ilahiyatnya itu harus ditafsirkan seedemikian rupa sehingga menjadi spirit anti – penindasan. Selain itu, ia juga memeparkan bagaimana Islam bisa bahu – membahu dengan para pemeluk agama lain dalam kerangka menantang penindasan.
Dilihat dari yang tertulis dengan kata-kata yang meggebu-gebu, bersemangat dan komunikatif. Adapun point-point yang berhasil menarik perhatian pembaca. Sehingga pembaca mendapatkan sejenak hiburan dan dapat melepas penat. Namun juga tanpa mengurangi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dan juga pembaca mendapatkan informasi yang cukup jelas dan dapat diaplikasikan ke keidupan sehari-hari.
Namun tak hanya sebatas kata-kata yang menggugah semangat. Dibalik itu masih saja terdapat beberapa kekurangan diantaranya, cover yang kurang memiliki daya tarik pembaca, sehingga kebanyakan pembaca sudah menebak bahwa isi buku kurang begitu menarik. Selain itu, banyaknya catatan kaki yang membuat pembaca harus ekstra teliti, padahal kebanyakan pembaca kurang menyukai adanya bacaan yang masih memerlukan pemikiran. Dan adanya kesalahan-kesalahan dalam penulisan entah karena kesalahan cetak maupun kesalahan dalam pemilihan kata-kata.
Namun secara keseluruhan, buku ini telah memberikan apa yang tidak bisa di dapatkan di sumber lain. Sehingga buku ini sangat disayangkan untuk sekedar menjadi buku bawaan tanpa dibaca dan dimengerti makna bacaan tersebut.
Buku ini telah dikarang oleh seorang yang hebat yakni, Ahmala Arifin, M.Ag. beliau dilahirkan di Sumenep pada 19 Januari 1976. Menyelesaikan pendidikannya di SDN Cangkreng, Lenteng (1989) MTs An-Nuqoyah Guluk-Guluk Sumenep (1992) MANPK Jember (1995) S1 IAIN (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta (2001) dan S2 IAIN (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta (2006). Semasa kuliah, selain aktif di organisasi intra kampus, juga aktif di organisasi ekstra kampus seperti PMII dan IPPNU Yogyakarta. Disela-sela kesibukannya, juga aktif menulis di berbagai jurnal kampus dan media masa. Saat ini aktif sebagi editor dan Pimpinan Redaksi di salah satu penerbitan di Yogyakarta.

catatan : Synopsis ini merupakan tugas individu dari OPAC 2011 (OSPEk) di UIN Sunankalijaga

Post a Comment

CodeNirvana
Newer Posts Older Posts
© Copyright Hello Blogger's..!!
Back To Top